RSS

dendeng babi merajalela

17 Apr

Heboh Dendeng Babi Diduga Bermuatan Politis

JAKARTA – Heboh mengenai dendeng dan abon yang positif mengandung babi diduga merupakan komoditas politik menjelang pemilihan presiden mendatang. Pasalnya tidak ada tempat pasti di mana dendeng tersebut ditemukan.

“Mungkin ini hanya oknum saja, kita khawatir kalau kejadian ini hanya dijadikan komoditas politik yang notabenenya saya di posisi pemerintah. Karena sejauh ini saya tidak pernah tahu pasti di mana keberadaan dendeng tersebut. Yang saya tahu hanya di Depok dan Bekasi,” ujar Kadis Perdagangan DKI Jakarta Agus Suharsono kepada okezone, Sabtu (18/4/2009).

Agus juga menegaskan bukan berarti pihaknya tidak melakukan sesuatu. “Kita bertemu dengan pedagang di pasar dan menjelaskan kepada pedagang, barang- barang seperti apa yang tidak layak diperjualbelikan,” katanya.

Pihaknya pun menyampaikan sejumlah larangan, seperti tidak boleh menerima, memajang, mempromosikan atau memperdagangkan barang yang kedaluwarsa, tidak memiliki label halal pada makanan yang seharusnya ada, barang yang tidak mencantumkan tanggal kedaluwarsa, dan tidak berbahasa Indonesia.

“Kita juga berencana dalam waktu dekat ini untuk menggelar operasi di sejumlah pasar di Jakarta. Tapi nggak bisa disebutkan waktunya, yang jelas dalam waktu dekat ini,” tegasanya.

Sebelumnya, tim gabungan dari Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Depok menemukan dendeng yang positif mengandung daging babi dan dijual di pasar-pasar di wilayah Depok. (lsi)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 17 April 2009 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: